
Katur kagem Bapak dan Ibuk, nyuwun ngapunten kalau saya nggak ingat kalau kemarin itu ulang tahun perkawinan yang ke 24. Bukannya nggak perhatian, saya cuman nggak "gatekan".
Sekalian juga mau minta maaf kalau kebiasaan "mblayang" juga masih belum berkurang. Jadi, masih harus sering-sering sabar menunggu dan membuka pintu regol saban malam. (maklum, saya belum dilepas bawa kunci sendiri).
ps: Tidak seperti biasanya dengan "patah" atau pengipas pengantin laki-laki remaja. Lazimnya, "patah " adalah anak perempuan usia 5 sd 12 tahun.