| Start: | Feb 5, '09 9:00p |
| End: | Feb 9, '09 |
| Location: | Ketandan |
Wednesday, February 4, 2009
Monday, February 2, 2009
Dibalik Layar Turonggo Krido Budoyo
Belasan anak laki-laki usia sekolah dasar ini adalah anggota grup kesenian jathilan Turonggo Krido Budoyo, satu dari puluhan kesenian tradisional yang ada di Yogyakarta. Mereka sedang mempersiapkan diri sebelum tampil pada Upacara Merti Bumi Tunggularum, Wonokerto Turi Sleman hari minggu lalu (02/02/09).
30 menit sebelum pementasan, mereka tampak menikmati saat-saat persiapan, yaitu saat mencoba kostum, berdandan dan latihan. Sesekali mereka bercanda, meski tampak sangat berhati-hati karena cemas akan make-up yang mudah luntur oleh keringat.
Sementara itu diluar ruangan, puluhan anak-anak usia sebaya berusaha mengintip lewat jendela. Para orang tua yang tak lain adalah nenek dari para seniman cilik ini juga tampak antusias. Penuh energi seperti pentas kepang ini nantinya.
Manual with Canon 1000D, 28-135mm, resize only.
Wednesday, January 28, 2009
Dokumentasi Presiden Guyonan
Jangan sebut Butet sebagai raja monolog bila tak mampu membuat penonton tertawa terbahak-bahak karena sindirannya yang pedas dan cerdas. Materi pementasan sekaligus launching buku Presiden Guyonan kali ini memang tak jauh dari kabar politik yang sedang mengemuka terutama pemilu 2009 yaitu sentilan untuk para calon legislatif, calon presiden dan isu korupsi yang semakin menjadi-jadi.
Bukan hunting foto panggung, hanya dokumentasi sebagai obat kecewanya Jeng Lilin yang batal nonton malam kemarin.
Monday, January 26, 2009
Presiden Guyonan "Urip Mung Mampir Ngguyu"
| Start: | Jan 27, '09 8:00p |
| End: | Jan 27, '09 11:00p |
| Location: | TBY |
Monday, January 12, 2009
Perajin Gula Aren Dusun Nglinggo
Ternyata, proses pembuatan gula aren tidak semudah saat gula ini terlepas dari cetakkannya. Setidaknya, mbak Haryani dan puluhan warga dusun Nglinggo desa Pagerharjo kecamatan Samigaluh Kulonprogo ini membutuhkan waktu 4 sampai dengan 6 jam untuk menghasilkan 20 tangkep gula aren. Satu tangkep berisi 2 keping gula aren. Dalam sehari, para perajin gula aren dapat melakukan 2 kali proses produksi memanfaatkan hasil menyadap pada pagi dan sore hari. Gula aren ini dipasarkan dengan kisaran harga Rp. 2000,00 – Rp. 3.500,00/tangkep menyesuaikan besar kecilnya cetakan batok kelapa.
Sambil menggendong Ridho (5 bulan), Haryani mengaduk air nira hasil petikan pagi hari dari tabung bambu yang dipasang suaminya sore kemarin. Untungnya, kedua putranya Ridho dan Yulham (8th) seakan mengerti betul profesi orang tua mereka. “Untungnya mereka tidak rewel dan pekerjaan ini bisa disambi momong”, ujar mbak Har sambil menyiapkan batok-batok kelapa.
31 Desember 2008 with Nikon D200
Tuesday, January 6, 2009
Cerita dari Pinggiran Jalan
Subscribe to:
Posts (Atom)